Kahitna - Cinta Sendiri
Ya selalu terbesit
tentang dia walau sepintas, apa yang sedang dia lakukan, sedang berada dimana ?
Ingkatkah dia tentangku, hahhha lucu rasanya, siapa aku ? Sampai berharap dia
memikirkanku ? Sudah berulang kali sahabatku mengingatkanku, bukan hanya saja dia,
yang lainnya juga, "sudahlah tak usah berharap", kata kata itu yang
selalu mereka bilang, sampai mereka bosan lagi untuk mengingatkan ku.
Jelas, sudah jelas
ini cuman cinta sendiri, bertepuk sebelah tangan, dan dalam posisi ini aku
hanyalah sebagai pengemar dia, ya pengemar yang dinotice pun tidak. Tidak
sekali-duakali, aku diingatkan langsung dengan beberapa kejadian yang membuat
aku yakin ya memang ini cinta sendiri,yang terkadang rasanya sakit dihati ini.
Tapi, lagi dan lagi, hati memang nggak bisa bohong, tetap saja setiap saat aku
mengingatnya, setiap detail bagaimana aku merasa senang jika dia ada didepan
mata, bagaimana setiap moment bersama dia itu berharga.
Seperti saat ini,
aku merasakan rindu yang mendalam, sedih sekaligus, seperti aku bertegur sapa
di bbm, dan dia hanya jawab sepatah kata "enggak" setidaknya aku
mengharapkan lebih, ya lebih, mengharapkan dia bertanya kembali tentang apa
saja. Salah, entah kenapa hati ini selalu berpikir dan berpihak ke dia, dia
yang notabene peduli dengan aku saja tidak.
Iya semua ini
salahku, salah hatiku, salah diriku Ya Tuhannnnnnnnn, setidaknya hapuskan
perasaan ini jika ini memang tidak menuju yang terbaik, hilangkanlah ya Tuhan,
lenyapkan saja, sehingga sesak dihati ini setidaknya berkurang. Jika dia yang
terbaik dekatkanlah. Itu saja pintaku. Dan yang paling parahnya lagi dia memang
sudah ada yang memiliki. Entah kenapa walaupun dia sudah ada yang memilik,
jahatnya lagi aku pernah berharap semoga mereka putus, Tuhan maafkan fikiran
dan doa seperti itu yang terlintas dalam doaku.
Ya Tuhan, memang aku
sayang kepadanya, dan setidaknya aku berharap hal yang sama darinya, iya aku
berharap itu, seandainya tidak, ya memang bukan salah siapa-siapa, aku sudah
berusaha sebisa mungkin untuk mengikhlaskan, ya aku menyayanginya memang murni karena
aku sayang kepada dia, dan tidak mengharap untuk balasan yang sama darinya. Aku
ikhlas dengan segalanya, dan aku berharap aku dapat membuka hati untuk mereka
yang benar-benar menyayangiku dengan sepenuh hati. Mungkin tidak bisa lama
perasaan ini hilang, apalagi nantinya aku akan terus melihatmu, berbincang
bersamamu, tertawa bersamamu.
Sedih sekali rasanya
cinta sendiri ini, seolah aku adalah orang paling sendiri didunia.
Comments
Post a Comment